Cara Sukses Tenak Kenari Untuk Pemula

Cara ternak kenari - Beternak kenari memang terbilang cukup mudah atau lebih mudah jika dibandingkan dengan ternak jenis burung lainnya, misalnya seperti ternak lovebird, ternak kacer, ternak jalak, dan ternak burung lainnya. Kenapa bisa begitu? Anda akan menemukan jawabannya setelah membaca ulasan berikut ini secara tuntas.

cara ternak kenari

Beternak kenari selain untuk menyalurkan hobby bagi para kenari mania, sekaligus untuk menambah penghasilan/ uang jajan, karena jika sudah berhasil dan beranak pinak menjadi banyak, tentu uang penjualan hasil ternak kenari lumayan menguntungkan. Selain itu dalam belajar beternak kenari tentu juga memiliki beberapa tantangan tersendiri, dan jika kita bisa melalui tantangan tersebut akan menjadi sebuah kepuasan dan kebanggan tersendiri.

Terkadang mungkin muncul pertanyaan dibenak anda para calon peternak kenari, atau anda yang sudah menjadi peternak kenari pemula. Pertanyaannya adalah, burung kenari kan ada beberapa macam, dan harganyapun bervariasi, yang bagus kita beternak kenari jenis apa? Untuk pemula, saya sarankan anda beternak kenari jenis lokal terlebih dahulu, karena selain caranya lebih mudah, harganya pun relatif murah, jadi resiko kegagalan relatif sedikit dan kerugiannya pun juga kecil. Setelah anda merasa mampu untuk menjadi seorang peternak kenari, baru anda boleh mencoba ternak kenari jenis yorkshire, F1, F2, dan F3 yang memiliki ukuran badan lebih besar dan memiliki harga jual yang lebih mahal.

Tips cara beternak kenari

1. Membedakan jenis kelamin kenari

Hal pertama yang harus anda pelajari adalah bagaimana cara membedakan jenis kelamin kenari, bagaimana ciri-ciri kenari jantan dan bagaimana ciri-ciri kenari betina. Apa saja perbedaan kenari jantan dan betina, baik itu dari postur tubuh, tingkah laku, hingga suara kicauan.
  • Ciri-ciri Kenari jantan
    kenari jantan
  1.  Lebih gacor, suaranya nyaring dan ngeroll panjang
  2. Warna bulu lebih tajam dan mengkilat
  3. Dubur atau kloaka tampak menonjol dan vertikal
  4. Letak mata sejajar dengan paruh
  5. Bentuk badan tampak lebih ramping dan memanjang
  • Ciri-ciri kenari betina
  1.  Kurang gacor, suaranya lebih pelan dan terputus-putus saat berkicau
  2. Warna bulu tampak lebih kusam
  3. Dubur atau kloaka tampak datar (tidak menonjol)
  4. Letak mata berada diatas paruh/ tidak sejajar dengan paruh
  5. Bentuk badan lebih bulat dan pendek
Untuk lebih jelasnya sudah pernah saya ulas pada posting sebelumnya disini:Cara membedakan kenari jantan dan betina

2. Perhatikan usia/ umur kenari

Dalam beternak kenari, pastikan anda menjodohkan kenari yang sudah berusia mapan, artinya kenari tersebut sudah masuk pada masa produktif. Lalu berapa usia produktif burung kenari? Untuk kenari jantan local akan memasuki masa produktif pada usia 8 bulan, sedangkan untuk kenari betina local sudah mulai produktif saat berusia 6 bulan. Sedangkan untuk jenis kenari yorkshire, F1, F2, dan F3 biasanya akan memasuki masa produktif ketika sudah berusia diatas 10 bulan.

Burung kenari yang akan diternak selain sudah memasuki usia produktif, sebaiknya juga harus sudah dalam keadaan birahi, sehingga ketika kenari sudah disatukan dalam kandang, tidak butuh waktu lama untuk bertelur. Sebab sepasang kenari yang sudah sama-sama birahi akan segera kawin dan bertelur.

3. Tahap penjodohan

Pada posting sebelumnya sudah pernah saya ulas mengenai cara menjodohkan kenari, untuk lebih jelasnya bisa anda baca disini: Cara menjodohkan kenari jantan dan betina. Ulasan singkatnya adalah:
ternak kenari
  1. Pastikan anda memilih kenari jantan dan betina yang sudah cukup umur dan siap produksi
  2. Pastikan kedua kenari jantan dan betina tersebut sudah sama-sama birahi
  3. Dekatkan kedua ekor kenari jantan dan betina dalam kandang masing-masing secara terpisah.
  4. Amati selama kurang lebih 3 hari, jika kedua ekor kenari tersebut sudah mulai saling kenal dan saling sayang, saling suap, dan saling perhatian.
  5. Jka keduanya dirasa sudah saling berjodoh, satukan kenari jantan dan betina tersebut dalam satu sangkar ternak.

4. Pemilihan sangkar ternak

Siapkan sangkar ternak burung kenari yang steril dan bebas dari kuman, jadi sebelum digunakan sebaiknya dibersihkan dan dicuci terlebih dengan menggunakan anti septic. Sangkar ternak kenari tersebut dapat anda beli di kios-kios sangkar burung, biasanya hampir setiap kios burung menyediakan sangkar ternak kenari.

5. Proses perkawinan

Proses perkawinan kenari sebaiknya dilakukan pada sore hari, caranya adalah ketika sore masukkan kenari jantan kedalam sangkar ternak/ box. Lihat perkembangannya, jika kedua kenari sudah saling meloloh dan sudah saling birahi, maka biasanya tidak butuh waktu lama untuk proses kawin. Jika sudah terjadi perkawinan, sebaiknya ambil kenari jantan dari box dan letakkan disangkar gantung keesokan harinya (pagi hari).

Saat sore menjelang, masukkan lagi kenari jantan kedalam sangkar box dan biarkan kawin, dan keesokan harinya kenari jantan dikeluarkan lagi. Lakukan cara tersebut terus menerus sampai kenari betina bertelur. Saat proses kawin tersebut, pastikan anda telah menyiapkan sarang untuk bertelur didalam box/ sangkar ternak.

6. Proses pengeraman

telur kenari
Saat proses pengeraman, sebaiknya kenari jantan dan kenari betina tetap berada dalam satu sangkar ternak, jadi kenari jantan tidak perlu dipisah lagi. Biarkan kedua induk kenari tersebut mengerami dan saling meloloh. Biasanya kenari betina yang akan mengerami, sedangkan kenari jantan akan meloloh betinanya.

7. Proses penetasan

Waktu yang dibutuhkan untuk mengerami telur biasanya hanya sekitar 14 hari saja, dan telur-telur tersebut akan menetas menjadi indil/ anakan kenari. Ketika telur kenari sudah menetas dan ternak kenari anda sudah sukses, jangan lupa untuk bersyukur dan pastikan ketersediaan pakan ternak kenari, diantaranya adalah biji-bijian dan telur puyuh yang sudah direbus selalu ada. Pastikan juga air minuman selalu tersedia didalam sangkar.

Demikianlah ulasan singkat mengenai cara ternak kenari yang dapat saya tuliskan, semoga ulasan ini bisa menjadi bahan referensi bagi anda yang ingin mencoba ternak kenari secara mandiri dalam skala kecil alias pemula.